bahan velvet

Apabila di baca dari namanya, bahan yang satu ini memiliki nama yang keren. Anda pasti tidak asing dengan nama velvet, seperti nama eskrim dan kue red velvet. hehehe.

Nah ternyata bukan namanya saja yang keren karena bahan ini juga memiliki karakteristik yang juga keren seperti namanya, apabila anda mengetahui sebuah slendang atau gorden itu adalah bahan velvet.

Bahna velvet memiliki tekstur yang kasar sedikit lembut seperti bludur. Akan tetapi sifatnya yang keras ini memang sangat cocok di buat sebagai dekorasi pada bangunan.

Anda bisa menggunakan bahan velvet untuk membuat sebuah dekorasi nikahan pada bagian atap. Bahan ini juga biasa digunakan sebagai bahan untuk membuat gorden.

Yang jelas bahan velvet tidak cocok apabila di kenakan sebagai bahan untuk membuat pakaian, karena sifatnya yang kasar dan kaku memang sangat tidak cocok.

Jenis kain velvet

1. Cisele

Pada setiap jenis dari bahan Velvet selalu memiliki metode pembuatan yang sedikit berbeda antara satu sama lainnya. Kain yang satu ini menggunakan teknik yang dinamakan cut dan uncut loops.

Dengan menerapkan teknik ini, maka akan dapat membuat tumpukan dengan pola yang khas dari jenis Cisele.

2. Velvet sifon

Serat beludru yang satu ini memiliki tampilan yang transparan mirip dengan kain sifon. Kain ini juga bersifat sangat ringan dan biasanya ditambahkan dengan berbagai macam aksen, seperti bunga.

3. Embossed

Bahan Velvet yang satu ini memiliki tekstur yang di rubah dengan menggunakan teknik khusus bernama emboss. Pada saat membuatnya memiliki tekstur dengan motif tertentu, sehingga digunakanlah besi panas yang biasa digunakan sebagai cetakan untuk membuat unsur timbul pada permukaannya.

Cara merawat kain velvet supaya tetap awet

Tentunya di dalam merawat sebuah bahan velvet harus rutin untuk di rawat. Hal terseut tidak lain untuk menjaga tekstur bahan velvet tetap awet dan bisa di gunakan dalam waktu yang lebih lama

1. Cuci dengan air dingin

Tahukah anda bahwa bahan velvet tidak boleh di cuci dengan menggunakan air hangat atau air panas karena dapat merusak tekstur dari bahan velvet. Yang tadinya kaku bisa mennjadi lemes apabila di cuci dengan menggunakan air panas. Untuk itu usahalan untuk menggunakan air dingin untuk mencuci bahan velvet

2. Tidak boleh disetrika

Selain tidak du anjurkan untuk di cuci dengan air dingin, bahan yang terbuat dari velvet juga tidak boleh di setrika. Cukup di angin anginkan saja dan tidak perlu takut untuk kusut. anda bisa menggunakan setrika jenis uap.

3. Tidak boleh disimpan dengan cara dilipat

Setelah di cuci, dan di uapi, anda jangan melipat sebuah produk yang di buat dengan menggunakan bahan velvet karena bisa merusak bahan tersebut.

Ternyata banyak juga beberapa point atau beberapa hal yang tidak boleh untuk di terapkan pada bahan velvet seperti bahan kain pada umumnya. Mengingat tekstur dari velvet kaku dan berbeda dengan bahan pada umumnya.

Untuk itu kita harus bisa membedakan cara perawatannya dengan jenis bahannya. Supaya bahan velvet lebih awet dan tahan dalam waktu yang lama.

Setelah anda mengetahui beberapa tips di atas dan juga karakteristik dari bahan velvet. Maka anda bsia melakukan perawatan bahan velvet yang akan anda beli.

Perlu di ingat, pada ssat memilih bahan velvet anda harus benar-benar faham karakteristik dari bahan velvet supaya mengurangi risiko tertipu oleh pedagang nakal.